Rabu, 28 Februari 2024

Ulang Tahun Gandjel Rel ke-9

Oleh: Dani Ristyawati
https://www.daniaku.com/

Minggu 24 Februari 2024, meski cuaca mendung sedari pagi namun tak mengurangi semangat untuk siap-siap pergi menuju Bento Kopi. Kebetulan hari ini Kopdar Gandjel Rel dalam rangka ultah yang ke 9 sekaligus reborn IIDN (Ibu-ibu doyan nulis) Semarang. Kopdar kali ini terasa sangat spesial bagiku karena aku sudah melewatkan 3 kali perayaan ulang tahun Gandjel Rel. Bayangin aja aku sudah absen sejak Kopdar tahun 2020, 2022 dan 2023 karena selalu berbenturan dengan acara luar kota. Sedih soalnya tiap kopdar Gandjel Rel selalu mendatangkan narasumber yang ciamik.

Perayaan kali ini Gandjel Rel menghadirkan Mbak Nia (Kurnia Nurdiansyah) yang merupakan anggota aktif Gandjel Rel. Beliau berbagi ilmu tentang Writing for Healing. Materinya ndaging banget karena dari sini saya dan teman-teman Gandjel Rel jadi tau bahwa manusia itu memiliki berlapis-lapis pikiran. Dimana kita biasanya masih berada di lapisan terluar pikiran alias bagian permukaan saja. Ini taunya juga setelah dijelaskan oleh mbak Nia.

Lebih lanjut Mbak Nia juga menjelaskan tentang tingkat kesadaran manusia yang terbagi menjadi dua kesadaran (Emosi) yaitu Emosi Negatif (FORCE) dan Emosi Positif (POWER) 3 berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tabel David R. Hawkins. Hawkins mengelompokkan emosi negative yang melemahkan dan emosi positif yang menguatkan ke dalam tabel Power dan Force. Lewat table Power and Force ini kita bisa tahu sedang berada di titik apa emosi kita. Jika sudah tau ada di level apa emosi kita maka itu bisa memudahkan dalam mendeteksi tingkat kesadaran kita.

Utamanya writing for healing adalah seberapa jauh kita mampu mengenali dan menyelami emosi kita, ini berkaitan dengan Neuro Logical Level (NLL). Sehingga inner child kita yang terluka bisa kita raih dan kita pun belajar memaafkan diri sendiri dan juga orang-orang di sekitar yang pernah melukai. Jika kita sudah memehami posisi emosi kita maka proses menulis untuk menyembuhkan luka bisa lebih mengalir.

Empat hal yang harus diperhatikan dalam proses writing for healing yaitu Facts (kaitannya dengan lingkungan), Findings (kaitannya dengan spiritualitas), Feelings (kaitannya dengan keyakinan) dan Forwards (kaitannya dengan perilaku). Kita memang tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan tentang kita, tapi kita bisa mengendalikan pikiran kita sendiri agar hidup lebih damai dan bahagia.

Tuh bener-bener ndaging kan materi di acara kopdar Gandjel Rel ke 9 ini. Terima kasih Mbak Nia yang sudah berbagi ilmu writing for healing, semoga kita semua bisa hidup dengan penuh rasa syukur dan bahagia apa pun keadaannya. Selamat Ulang Tahun Gandjel Rel semoga semakin solid, kompak dan tumbuh serta sukses bersama dalam menjaga tekad untuk ngeblog sesuai dengan motto Gandjel Rel “Ngeblog ben rak Ngganjel”.



3 komentar:

  1. Seru banget kopdar ultah Gandjel Rel yang ke 9. Seneng banget karena bisa hadir dan ikut writing for healing. Suasanya hatiku jadi tenang.

    BalasHapus
  2. Materinya apik banget ya, aku yang absen tahun ini karena ada kegiatan di Bogor huhu sedih banget nggak bisa ikutan seseruan bareng teman-teman GRes

    BalasHapus